Media Rakyat

31 Peserta PKN Tingkat I LAN Dorong Pemerintah Perkuat Kebijakan Strategis Ekonomi Masa Depan


JAKARTA, MEDIARAKYAT
– Pemerintah Indonesia terus menunjukkan komitmen untuk mendorong new economics for sustainable development yang berkelanjutan, inovatif, dan inklusif. Fokus utama diarahkan pada pengembangan sektor kunci, seperti ekonomi hijau, biru, oranye, dan kuning, sebagai motor utama pertumbuhan perekonomian nasional masa depan.  

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, degradasi habitat alami, krisis pangan, air, energi, hingga kesenjangan sosial-ekonomi yang terus melebar. Ekonomi masa depan juga menjadi bagian penting dari Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, terutama pada Cita kedua:

"Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara, dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru."

Selain itu, konsep ini juga menjadi perhatian dalam Rancangan Teknokratik RPJMN 2025–2029 dan RPJPN 2025–2045.

Dalam rangka mendukung upaya tersebut, 31 peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXI Tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) telah menyusun Policy Brief berjudul “Strategi Penguatan Ekonomi Masa Depan sebagai Pengungkit Pertumbuhan Ekonomi Tinggi.”

Plt. Kepala LAN, Dr. Muhammad Taufiq, DEA, menjelaskan bahwa dokumen ini diharapkan menjadi acuan pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan tetap mengedepankan inklusivitas dan keberlanjutan lingkungan.

Strategi Pengembangan Sektor-Sektor Ekonomi Masa Depan


1. Ekonomi Hijau

Dr. Muhammad Taufiq menekankan pentingnya akselerasi Transisi Energi Nasional (TEN) untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan impor energi.  
"Agenda transisi ini diharapkan menyelamatkan Indonesia dari krisis energi, ekonomi, dan lingkungan di masa depan," ujar Dr. Taufiq.  

2. Ekonomi Biru

Pengembangan ekonomi biru diarahkan pada peningkatan kontribusi sektor maritim terhadap PDB, modernisasi infrastruktur kelautan, dan pemberantasan praktik Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing.  

3. Ekonomi Kreatif (Ekonomi Oranye)

Menurut Dr. Taufiq, ekonomi kreatif dapat menjadi keunggulan komparatif Indonesia di pasar global. Langkah yang diusulkan meliputi pemberdayaan pelaku usaha mikro dan kecil untuk memperkuat sektor industri kreatif.  

4. Ekonomi Digital (Ekonomi Kuning) 

Sebagai salah satu pasar digital terbesar di Asia Tenggara, Indonesia perlu memaksimalkan potensi ini. Salah satu langkah strategis yang disoroti adalah penyiapan regulasi tentang etika pengembangan dan penggunaan Artificial Intelligence (AI).  
"Etika AI penting untuk memberikan rasa aman dan mengurangi risiko di ruang digital," jelasnya.  

Peserta PKN Tingkat I LAN merekomendasikan sejumlah langkah strategis, termasuk:  

  • Penguatan kebijakan ekosistem investasi untuk mendukung agenda transisi energi dan modernisasi infrastruktur maritim.
  • Kemudahan berusaha bagi pelaku usaha mikro dan kecil di sektor ekonomi hijau, biru, kreatif, dan digital melalui skema pembiayaan suportif, perlindungan hak cipta, dan promosi global.
  • Revisi Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 untuk memperkuat pengawasan perizinan berbasis risiko.
  • Penyusunan Peraturan Presiden tentang etika AI untuk mengatur pengembangan dan penggunaan teknologi digital secara bertanggung jawab.
Mediaku